Hukum Membunuh Diplomat Asing

Hukum Membunuh Diplomat Asing Dalam Syariat Islam

Hukum Membunuh Diplomat Asing - Seperti yang telah di beritakan bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap salah seorang diplomat asing dari Rusia di Ankara (Turki) oleh seorang oknum polisi yang sedang off duty, maka dengan ini kami merasa perlu mengangkat pandangan para Ulama terkait pembunuhan terhadap diplomat Rusia tersebut.

Tulisan ini bukanlah kami maksudkan untuk membela kaum kafir yang telah terang-terangan memerangi kaum muslimin di Suriah, namun kami merasa perlu menyampaikan pendapat para Ulama agar kita tetap berada di bawah bimbingan para Ulama yang mereka berpegang teguh pada Kitab wa Sunnah dengan pemahaman Salafushsholih.

 

Syaikh 'Arafat bin Hasan Al Muhammadi Tentang Hukum Membunuh Diplomat Asing 

TIDAK BOLEH MEMBUNUH DIPLOMAT ASING ATAU UTUSAN NEGARA LAIN

Syaikh 'Arafat bin Hasan Al Muhammadi hafizhahullah menulis dalam twitternya sebuah hadits yang mengisyaratkan larangan membunuh diplomat asing dimana Rasulullah sallallahu'alaihi wa sallam dahulu juga pernah menerima diplomat asing dari pengikut Musailamah Al Kadzdzab yang mengaku sebagai seorang Nabi.

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bertanya kepada dua orang utusan Musailamah al-Kadzdzab (yang mengaku sebagai nabi -pent), "Apa keyakinan kalian?"

Keduanya menjawab, "Seperti yang dia (Musailamah) yakini."

Maka beliau bersabda:

ﺃَﻣَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻮْ ﻻَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞَ ﻻَ ﺗُﻘْﺘَﻞُ ﻟَﻀَﺮَﺑْﺖُ ﺃَﻋْﻨَﺎﻗَﻜُﻤَﺎ.

"Demi Allah, seandainya bukan karena para utusan itu tidak boleh untuk dibunuh, niscaya kupenggal leher kalian."

Shahih, HR. Abu Dawud no. 2761

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/810943815792160768

Dubes_Russia_di_Turki_dibunuh

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan Hafizhahullah Tentang Hukum Membunuh Orang Kafir Yang Berada Di Negeri kaum Muslimin

BOLEHKAH MEMBUNUH ORANG-ORANG KAFIR YANG BERADA DI NEGERI KAUM MUSLIMIN, DENGAN DALIH NEGARA MEREKA MEMERANGI KAUM MUSLIMIN

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah ditanya:

السؤال: ﻫﻨﺎﻙ ﻣﻦ ﻳﻔﺘﻲ ﺑﻘﺘﻞ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺰﻳﺮﺓ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ، ﻭﻋﻠﻠﻮﺍ ﺫﻟﻚ ﺑﺄﻧﻬﻢ ﻟﻴﺴﻮﺍ ﻣﻌﺎﻫﺪﻳﻦ؛ ﻷﻥ ﺩﻭﻟﺘﻬﻢ ﺗﻘﺘﻞ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺑﺎﺳﻢ ﺍﻹﺭﻫﺎﺏ، وﻓﻬﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﻮﻯ ﺻﺤﻴﺤﺔ؟

الجواب: ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺠﻬﺎﻝ ﺃﻳﻀﺎ ﻭﺍﻟﻤﺘﻌﺎﻟﻤﻴﻦ، ﻣﺎ ﻳﺠﻮﺯ ﻗﺘﻞ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺟﺎﺅﻭﺍ ﺑﻌﻬﺪ ﻭﺃﻣﺎﻥ، ﺩﺧﻠﻮﺍ ﺑﻼﺩ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺑﻌﻬﺪ ﻭﺃﻣﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻫﺬﺍ ﻏﺪﺭ ﻭﺧﻴﺎﻧﺔ ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻫﺬﺍ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﻮ ﻓﻲ ﺟﺰﻳﺮﺓ ﺍﻟﻌﺮﺏ، ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻧﻬﻢ ﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﺟﺰﻳﺮﺓ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﻟﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﺇﻣﺎ ﺳﻔﺮﺍﺀ ﻭﺇﻣﺎ ﺗﺠﺎﺭ ﻭﺇﻣﺎ ﻋُﻤَّﺎﻝ ﻳﻘﻮﻣﻮﻥ ﺑﺄﻋﻤﺎﻝ ﻻ ﻳﺘﻘﻨﻬﺎ ﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻳﺠﻮﺯ ﻫﺬﺍ.
ﺍﻟﻤﻤﻨﻮﻉ ﺍﻻﺳﺘﻴﻄﺎﻥ؛ ﺗﻤﻜﻴﻦ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻣﻦ ﺍﻹﺳﺘﻴﻄﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺰﻳﺮﺓ، ﺃﻣﺎ ﺃﻧﻬﻢ ﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﻟﻠﺠﺰﻳﺮﺓ ﻟﻠﻤﻌﺎﻣﻠﺔ ﻭﺍﻟﺘﻌﺎﻣﻞ ﺛﻢ ﻳﺨﺮﺟﻮﻥ ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻣﺎﻧﻊ ﻣﻨﻪ.

Pertanyaan: Ada yang berfatwa bahwa boleh membunuh orang-orang kafir yang berada di Jazirah Arab dengan dalih bahwa mereka bukan orang-orang yang terikat perjanjian damai, karena negara mereka membunuh kaum muslimin dengan dalih memerangi terorisme. Maka fatwa ini benar?

Jawaban: Ini termasuk fatwa orang-orang bodoh dan juga sok pintar. Tidak boleh membunuh orang-orang kafir yang datang dengan perjanjian dan jaminan keamanan. Mereka masuk ke negeri-negeri kaum muslimin perjanjian dan jaminan keamanan yang diberikan oleh kaum muslimin. Yang seperti ini merupakan tindakan melanggar janji dan berkhianat yang tidak diperbolehkan, walaupun mereka berada di Jazirah Arab.

Mereka boleh untuk masuk ke Jazirah Arab untuk kepentingan kaum muslimin, apakah sebagai duta besar, pedagang, atau pekerja yang mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik oleh selain mereka, yang seperti ini boleh.

Yang dilarang adalah menetap untuk selamanya atau menjadi warga negara, yaitu memberi izin kepada orang-orang kafir untuk menetap di Jazirah Arab.

Adapun mereka masuk ke Jazirah Arab untuk tujuan muamalah dan kerja sama, lalu mereka keluar, maka ini tidak terlarang.

 Sumber || http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=7086

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Asy-Syaikh Abul Harits Ibrahim at-Tamimy hafizhahullah

KEMARAHAN TERHADAP KEJAHATAN DI ALEPPO TIDAK MEMBENARKAN UNTUK MELANGGAR PERJANJIAN

Asy-Syaikh Abul Harits Ibrahim at-Tamimy hafizhahullah berkata:

‏لعنةُ الله على كل من شارك في جرائم حلب أو رضي بها، وجعله في جهنم خالدا مخلدا، لكن المسلم منقادٌ لشرع الله لا لعواطفه، وديننا لا يُبيح الغدر!

"Semoga Allah melaknat semua pihak yang ikut andil dalam kejahatan di Halab (Aleppo) atau meridhainya, dan memasukkannya di Jahannam kekal abadi. Namun seorang muslim tunduk kepada syari'at Allah, bukan kepada perasaannya, dan agama kita tidak membolehkan untuk melanggar perjanjian."

Sumber || https://twitter.com/alsalafy/status/811212648662568960

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany Rahimahullah

TIDAK BOLEH MEMBUNUH ORANG KAFIR YANG DIBERI JAMINAN KEAMANAN DI NEGERI ISLAM

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany rahimahullah Berkata:

Jika orang kafir -sebagaimana disebutkan dalam pertanyaan- dari para turis atau pengunjung masuk ke sebuah negeri Islam, mereka ini tidak akan bisa masuk ke negeri kita yang merupakan negeri Islam kecuali dengan izin pemerintah muslim, oleh karena itulah maka tidak boleh berbuat jahat terhadapnya, karena dia terikat dengan perjanjian.

Kemudian seandainya terjadi -dan memang telah terjadi sekian kali- yaitu seorang muslim berbuat jahat terhadap salah seorang dari mereka, hal itu akan mengakibatkan dia dibunuh, dan bisa jadi lebih dari sekedar dibunuh, atau dia dipenjara, atau hukuman yang lainnya.

Jadi tidak ada hasil dari kejahatan terhadap darah (nyawa) turis semacam ini yang terjadi di negeri Islam yang bermanfaat bagi Islam, bahkan hal itu menyelisihi hadits yang telah disebutkan tadi:

ﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞَ ﻣُﻌَﺎﻫَﺪًﺍ فِي كُنهَهِ ﻟَﻢْ يَرَﺡْ ﺭَﺍﺋِﺤَﺔَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ.

"Siapa yang membunuh seorang kafir yang terikat dalam perjanjian damai dan diberi keamanan, maka dia tidak akan mencium bau surga."

Sumber || https://telegram.me/nasiha131

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Masih banyak pendapat para Ulama yang melarang melakukan pembunuhan terhadap diplomat Asing apalagi mereka yang dijamin keamanannya oleh pemerintah suatu negeri, semoga yang sedikit ini memberikan manfaat.

Wallahu a'lam.

Posting komentar

Komentar

Jadilah yang pertama untuk berkomentar

Artikel Terkait