Hukum Celana Isbal Menutupi Mata Kaki - Hukum Menggulung Celana Saat Shalat

Hukum Celana Isbal Menutupi Mata Kaki

 

Hukum Celana Isbal - Bagaimana hukum menggulung celana hingga diatas mata kaki dan menurunkannya selesai shalat?

Na'am, dalam hal ini ma'asyiral ikhwah rahimakumullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam banyak riwayat menegaskan bahwa seorang laki-laki tidak diperbolehkan menggunakan celana atau memakai sarung hingga menutupi matakakinya, bahkan ancaman yang keras dari Nabi 'alaihishshalatu wassalam dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari hadits 'Abdullah bin Umar kata Nabi 'alaihishshalatu wassalam:

"Allah subhanahu wata'ala tidak akan memandang kepada orang yang menurunkan pakaiannya disebabkan karena sombong"

Demikian pula Rasulullah 'alaihishshalatu wassalam mengatakan:

"Apa yang menutupi kedua mata kaki itu ancamannya dalam neraka"

Dalam riwayat yang lain Nabi 'alaihishshalatu wassalam mengatakan:

"Hendaklah kalian menjauhi menurunkan pakaian hingga menutupi mata kaki, sebab yang demikian termasuk dalam kesombongan seseorang"

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang lain yang menjelaskan tentang wajibnya seorang muslim laki-laki untuk menggunakan celana ataukah sarung dengan tidak menutupi mata kakinya, siapa yang lebih afdhal dari Nabi 'alaihishshalatu wassalam, dan Rasulullah 'alaihishshalatu wassalam yang telah menjelaskan kepada ummat ini yang terbaik bagi mereka apabila Nabi 'alaihishshalatu wassalam mengancam:

Yang menutupi kedua mata kaki itu ancamannya neraka, maka jangan kemudian dari kita berusaha mencari berbagai alasan mengatakan

"sayakan tidak sombong, saya tidak termasuk di dalam hadits tersebut"

Darimana kemudian kita mengetahui bahwa kita tidak sombong?, disaat kita sudah menolak hadits tersebut dan tidak mengamalkan hadits itu, itu sudah menunjukkan bahwa disitu ada jenis kesombongan, sebab kesombongan itu apa?.. Kata Nabi 'alaihishshalatu wassalam:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Yang dinamakan kesombongan itu adalah Menolak kebenaran lalu meremehkan manusia"

Menganggap rendah manusia, maka ini ma'asyiral ikhwah rahimakumullah penting dalam hal ini, ada sebagian kaum muslimin punya kebiasaan kalau memasuki shalat baru di gulung, seselai shalat selesai masalah, diturunkan kembali, padahal hadits-hadits tersebut bersifat umum, di dalam shalat dan di luar shalat, di dalam shalat dan di luar shalat, dalam riwayat riwayat imam muslim denga tegas Nabi 'alaihishshalatu wassalam mengatakan:

لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Ada 3 golongan  yang Allah subhanahu wata'ala tidak  akan berbicara dengan  mereka , Allah tidak akan memperhatikan mereka , Allah tidak akan mensucikan mereka , bagi mereka adzab yang pedih”

Diantaranya kata Nabi 'alaihishshalatu wassalam Musbilun Izaar Orang yang menurunkan kainnya hingga menutupi mata kaki. Hadits Riwayat Imam Muslim, maka ini menunjukkan sangat kerasnya termasuk diantara dosa besar yang dilalaikan oleh sekian banyak kaum muslimin.

Orang-orang yang masuk kedalam shalat kemudian mereka menggulung, dan selesai shalat mereka menurunkan kembali mereka telah terjatuh terhadap pelarangan yang berikutnya, diantara larangan tersebut karena mereka menyangka bahwa larangan tersebut hanya di dalam shalat, padahal tidak! Hadits-haditnya bersifat umum, demikian pula ketika dia masuk kedalam shalat lalu dia menggulung celananya.

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Al imamul Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Abbas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

Aku diperintahkan sujud diatas tujuh anggota tubuh, lalu beliau menyebutkan tujuh anggota tubuh tersebut: jidat, dahi, kedua tangan, lutut dan ujung-ujung bagian kakinya, lalu kata Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dan aku tidak menahan rambut dan tidak pula pakaian”

tidak menahan rambut yakni kalau rambutnya panjang terus di ikat, ya ini tidak diperbolehkan dalam shalat, demikian pila tidak menahan pakaian, ya, tidak menahan pakaian, termasuk diantara menahan pakaian apabila dia menggulung pakaiannya tersebut, sehingga dia jatuh dalam kesalahan yang berikutnya, oleh karena itu jalan yang terbaik adalah menggunakan celana yang tidak menutupi mata kaki, minimal mata kaminya terlihat yakni di atas mata kaki, atau kalaupun di paksa-paksakan pas dengan mata kaki, jangan sampai mata kakinya tertutup, nah jangan sampai tertutupi mata kakinya.

Oleh karena itu Umar ibnul Khattab Radhiallahu ‘anhu karena melihat pentingnya masalah ini beliau dalam kondisi sekarat, pada waktu itu beliau di tikam oleh seorang majusi Abu Lu’lu’ al majusi, na’am dalam keadaan terluka seperti itu di atas pembaringannya dalam keadaan sakit ketika ada seorang anak kecil masuk kedalam kamarnya dalam keadaan anak tersebut menurunkan kain sarungnya beliau tegur lalu beliau mengatakan:

“Wahai anak, angkatlah sarungmu hingga tidak menutupi mata kaki karena itu lebih bertaqwa dan lebih bersih”

Kalau diturunkan kan kotor, ya?, na’am, maka angkatlah, itu lebih bertaqwa dan itu lebih bersih, jangan pedulikan apa yang oleh sebagian kadang-kadang mereka mencemooh orang-orang yang hendak mengamalkan perintah Nabi Shallallah ‘alaihi wa sallam ini, di teriaki banjir lah atau di teriaki dengan macam-macam teriakan, wal hamdulillah kita bersabar diatas sunnah Nabi ‘alaihi ashshalatu wassalam.

 Di transkrip dari Tanya Jawab Bersama Al Ustad Abu Mu'awiyah Askari bin Jamal, afwan tidak semua hadits tersedia dalam teks bahasa Arab pada tulisan ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu pada admin.

Catatan Hadits:

Hadits-1

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

“Sarung yang berada di bawah kedua mata kaki, ada di dalam neraka (kaki tersebut).”

Hadits-2

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa menyeret pakaiannya (melebihi mata kaki) karena sombong, Allah Subhanahu wata’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat nanti.”

Hadits-3

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-ثلاثة مرات- فَقَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا قَالَ الْمُسْبِلُ الْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

“Tiga orang yang Allah tidak ajak bicara mereka pada hari kiamat, tidak Allah lihat mereka, tidak Allah sucikan mereka dan bagi mereka azab yang pedih, (Rasulullah) mengucapkannya sebanyak tiga kali, berkata Abu Dzar, gagal dan merugilah orang tersebut, siapa mereka  wahai Rasulullah?. Beliau bersabda: “orang yang musbil (pakaian atau sarungnya sampai melebihi mata kaki –ed), orang yang mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang menawarkan barangnya dengan sumpah dusta.” (HR. Muslim)

Hadits-4

أُمِرْنَا أَنْ نَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظَمٍ وَلاَ نَكُفَّ ثَوْبًا وَلاَ شَعْرً

“Kita diperintah untuk sujud di atas tujuh tulang dan kita tidak boleh menahan pakaian dan rambut (ketika sedang mengerjakan shalat).” (HR. Al-Bukhari no. 810, 815, 816 dan Muslim no. 1095)

 

 

 

 

 

Posting komentar

Komentar

Jadilah yang pertama untuk berkomentar

Artikel Terkait